Main Article Content

Abstract

Media Elektronik saat ini merupakan kebutuhan sekunder. Media elektronik seakan hampir selevel dengan kebutuhan primer. Televisi pun berlomba-lomba membuat tayangan elektronik melalui jaringan daring. Sehingga lebih sulit difilterisasi tayangan-tayangannya. Ditambah saat ini banyak anak-anak di Indonesia bahkan di dunia yang kecanduan menggunakan alat komunikasi. Melalui media elektroniklah yang membuat penulis perlu meneliti penyebab kerusakan moral anak-anak. Terdapat pro dan kontra dalam hal ini. Pandangan pro melihat televisi merupakan wahana pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai positif masyarakat. Sebaliknya, pandangan kontra melihat televisi sebagai ancaman yang dapat merusak moral dan perilaku destruktif lainnya. Secara umum kontraversi tersebut dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu pertama, tayangan televisi dapat mengancam tatanan nilai masyarakat yang telah ada, kedua televisi dapat menguatkan tatanan nilai yang telah ada, dan ketiga televisi dapat membentuk tatanan nilai baru masyarakat termasuk lingkungan anak dan perilaku berbahasanya

Keywords

Pendangkalan edukatif, Masyarakat, Media Elektronik

Article Details

How to Cite
Andi Edwin Rewira. (1). PENDANGKALAN EDUKATIF PADA MASYARAKAT MELALUI MEDIA ELEKTRONIK. DIRASAT: Jurnal Studi Islam Dan Peradaban, 14(01), 112-133. Retrieved from https://dirasat.id/JSIP/article/view/81

References

  1. Manshur, Awald. Televisi Manfaat dan Mudarat. Jakarta: Fikahati Aneska. 1996.
  2. Andayani, Sri dan Hanif Suranto, Perilaku Antisosial di Layar Kaca: Bercinta dengan Televisi. Bandung: Remaja Rosda Karya. 1997.
  3. Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional. Media Televisi. Jakarta: BPPN. 1992.
  4. Devito, Joseph A. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Profesional Books. 1997.
  5. Nawawi, Imam Yahya Syaraw. Kitab Shahih Muslim. Beirut: Dar el-Kitab al-alamiyah. Juz 4. 1995.
  6. Al-Asqolany, Imam Ibnu Hajar. Fath el-Barii syarh shohihul Bukhori. Cairo: Dar el-Hadist. Juz 1. 1994.
  7. Rahmat, Jalaluddin. Islam Aktual: Refleksi Sosial Seorang Cendikiawan Muslim. Bandung: Mizan. 1991.
  8. Novianto. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Solo: Bringinss Solo. 2000.
  9. Fidler, Rodger. Mediamorfosis. Yogyakarta: Bintang Budaya. 2003.
  10. Rafi’udin, Hadits-hadits Pilihan. Jakarta: Bina Utama Publishing. 2001.
  11. Hariadi, Sugeng. Psikologi Perkembangan. Semarang: UPT MKDK UNNES. 2003.
  12. Tim Dep Dik Bud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 1988.
  13. http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi