Main Article Content

Abstract

The great teory yang disandang oleh tiga aliran dalam dunia psikologi, yaitu aliran empirisme, nativisme dan konvergensi belakangan merasuk ke dunia pendidikan dan melahirkan turunan-turunan yang cukup mempengaruhi pemikiran-pemikiran dan aktivitas-aktivitas kependidikan. Ketiga aliran tersebut menyoal bagaimana pembentukan kepribadian manusia dan hal-hal yang mempengaruhinya. Secara kronologis, kemunculan aliran-aliran itu diawali oleh aliran empirisme yang ngotot dengan konsep tabularasanya. Kemudian diiringi dengan munculnya aliran kedua, nativisme ngeyel dengan teori bakatnya sebagai antitesa terhadap aliran empirisme. Pada akhirnya muncul aliran ketiga, konvergensi sebagai sintesa yang memadukan kedua teori sebelumnya. Banyak yang memposisikan pendidikan Islam berada tepat pada aliran konvergensi mengingat banyaknya dalil-dalil dari al-Qur’an dan hadits sebagai sumber utama pendidikan Islam yang mengisyaratkan hal tersebut. Untuk mengkonfirmasi pemosisian tersebut, penulis mendiskusikannya melalui coretan sederhana dalam artikel ini.

Keywords

Konsep Konvergensi, Pendidikan Islam, Peran Manusia

Article Details

How to Cite
Miftahuddin. (1). KONSEP KONVERGENSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Menakar Peran Manusia dalam Pendidikan). DIRASAT: Jurnal Studi Islam Dan Peradaban, 14(01), 45-64. Retrieved from https://dirasat.id/JSIP/article/view/76

References

  1. Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam, terj. Herry Noer, (Bandung: Diponegoro, 1988)
  2. Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005), Edisi Baru
  3. Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: al-Ma’arif, 1963)
  4. Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: PT Ramaja Rosdakarya, 2008) cet. ke-3
  5. Al-Raghib al-Ashfahany, Mu’jam Mufradat li Alfadz al-Qur’an, (Bairut: Dar al-Fikr, tt)
  6. Djumransjah, Pengantar Filsafat Pendidikan, (Malang: Bayumedia, 2004)
  7. J.P. Chaplin, Kamus Lengkap Psikologi, Penerj, Kartini Kartono, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2004)
  8. Koesma, Rismiyati E, “Konsep Manusia menurut Psikologi Behavioristik; Kritik dan Kesejalanan dengan Konsep Islam”, dalam Rendra K.,
  9. (ed), Metodologi Psikologi Islami, (Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2000)
  10. Mastuhu, Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu dan Pemikiran, 1999)
  11. Mohammad Hatta, Alam Fikiran Yunani, (Jakarta: Tintamas, 1980), cet. ke-3
  12. Muhaimin, et.al., Paradigma Pendidikan Islam; Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002), cet. ke-2
  13. Muhammad Fuad al-Baqi, al-Majmu’ al-Mufahras li alfadz al-Qur’an al-Karim, (Bairut: Dar al-Fikr, 1987)
  14. Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1999), cet. ke-6
  15. Musa Asy’ari, Manusia Pembentuk Kebudayaan dalam al-Qur’an, (Yogyakarta: Lembaga Studi Filsafat Islam, 1992), cet. ke-1
  16. Redja Mudyahardjo, Pengantar Pendidikan, (Jakarta: PT RajaGrapindo Persada, 2001